Kemampuan pemecahan masalah matematis sampai saat ini masih menjadi salah satu tujuanutama pada kurikulum pendidikan matematika di berbagai negara, termasuk di dalam kurikulumpendidikan 2013 yang sedang diberlakukan di Indonesia. Untuk mencapai hal itu, siswaseharusnya difasilitasi dengan seperangkat bahan ajar yang mendukung pengembangankemampuan tersebut. Salah satu komponen utama dalam kemampuan pemecahan masalah adalahkemampuan penalaran dan koneksi yang harus terlebih dahulu dimiliki siswa. Pada beberapa hasilpenelitian menemukan bahwa kemampuan penalaran terkait dengan aktivitas berfikir yang jikadikombinasikan dengan kemampuan koneksi matematis dapat menjadikan siswa mahir dalammemecahkan masalah yang dihadapi di kelas maupun dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini,peneliti akan mengembangkan suatu bahan ajar yang memfasilitasi atau melatih kemampuantersebut. Pengembangan bahan ajar yang peneliti lakukan dengan menggunakan model 4-D, yaitu(1)tahap pendefinisian; (2)tahap perancangan; (3)tahap pengembangan; dan (4)tahappendiseminasian. Dari tahap pengembangan tersebut dihasilkan suatu bahan ajar berbasismasalah yang diharapkan dapat digunakan oleh guru secara rutin untuk melatihkan siswa tentangpemecahan masalah matematis.
Copyrights © 2016