Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana jeruk nipis dapat dijadikan media pemersatu serta perekat umat. Optimalisasi pemanfaatan jeruk nipis sebagai salah satu komoditas utama di Desa Wata Benua disamping sebagai upaya peningkatan nilai ekonomis juga sebagai media pemersatu umat. Latar belakang masyarakat yang majemuk yang berasal dari berbagai suku agama dan budaya ditambah dengan potensi lokal berupa jeruk nipis yang melimpah menjadikan aset potensi lokal desa Wata Benua menjadi hal yang bermanfaat apabila diupayakan guna pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan sabun cuci piring dengan bahan dasar jeruk nipis. Penelitian ini menggunakan metode CBPR (Community Based Participatory Research) penelitian dengan pendekatan kemitraan dengan melibatkan anggota masyarakat,perwakilan lingkungan, organisasi serta peneliti. Disamping itu guna mendukung CBPR ini, metode Participatory Assesment and Planning (PAP), digunakan untuk merencanakan suatu progran maupun proyek yang mengedepankan peran aktif dari masyarakat dalam setiap langkah pendampingan. Diharapkan masyarakat desa Wata Benua dapat memaksimalkan komoditas desa serta mengeratkan hubungan antar agama. Kata Kunci : Pemberdayaan,Moderasi,Potensi Lokal
Copyrights © 2022