Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik
Vol. 6 No. 2 (2020): September : Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik

PROGRAM PASTORAL PENDAMPINGAN KORBAN BULLYING

Yacobus Christian Welan (Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangka Raya)
Romanus Romas (Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangka Raya)
Silvester Adinuhgra (Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangka Raya)



Article Info

Publish Date
09 Sep 2020

Abstract

Tulisan ini bertujuan membantu mengurangi kasus bullying supaya tidak berlanjut. Tulisan ini menggunakan metode studi pustaka yang pengumpulan informasi serta data dari berbagai macam sumber yang ada di buku, jurnal, dokumen, Koran, majalah, internet, dan masih banyak lagi. Semua informasi tersebut dikumpulkan dan terbentuklah landasan teori. Bullying merupakan suatu tindakan dimana seseorang/kelompok melakukan penindasan seperti menyakiti, menghina, memukul, hingga merundungi seseorang dengan kekerasan. Banyak faktor yang menyebabkan aktivitas bullying sering terjadi mulai dari penampilan fisik hingga sifat seseorang yang dianggap berbeda dari yang lainnya. Banyak orang yang menganggap bahwa bullying merupakan hal yang menyenangkan karena hanya sebatas bercanda, namun di balik itu semua, bullying dapat memberikan dampak yang buruk bagi perkembangan. Penulis menawarkan sebuah program yang dapat mendampingi korban bullying serta membantu mengurangi kasus bullying. Adapun program pastoralnya adalah rekoleksi dan konseling. Program rekoleksi diberikan secara umum bagi semua remaja yang duduk di bangku SMP. Sedangkan program konseling diberikan secara pribadi bagi remaja yang menjadi korban bullying. Dengan demikian, program pastoral pendampingan korban bullying dapat menjadi sarana bagi Gereja agar dapat membantu mengurangi kasus bullying supaya tidak berlanjut.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

Sepakat

Publisher

Subject

Education Social Sciences Other

Description

Bidang pastoral meliputi kepemimpinan dan pelayanan kristiani, permasalahan Jemaat, etika pelayanan kontemporer, hidup menggereja dalam konteks multikultural, keberagaman agama-agama, keberpihakan kepada kaum miskin dan marginal, keadilan perdamaian, dan keutuhan ciptaan. Bidang pendidikan agama ...