Matthew 28:19 is a very famous text. This text is often understood as an order to mobilize people and institutions to convert non-Christians in other areas. However, this kind of understanding, by analyzing it with postcolonial theory, is a colonialist and imperialist reading. In this paper, the author attempts to make readings detached from imperialism and colonialism more relevant to the current Indonesian context. Matius 28:19 merupakan teks yang amat terkenal. Teks ini lebih sering dipahami sebagai perintah untuk memobilisasi orang-orang dan juga institusi untuk mempertobatkan orang-orang non-Kristen di daerah-daerah lain. Namun demikian, pemahaman seperti ini dengan menganalisisnya dengan Poskolonial adalah sebuah pembacaan yang Kolonialis dan Imperialis. Penulis di dalam tulisan ini berupaya untuk melakukan pembacaan yang terlepas dari Imperialisme dan Kolonialisme, serta pembacaan yang lebih dekat dengan konteks Indonesia di masa kini.
Copyrights © 2023