Pelayanan gizi rumah sakit berupa pemberian makanan bagi pasien bertujuan untuk proses pemenuhan gizi selama perawatan sehingga dapat mendukung proses penyembuhan sakit yang dialaminya. Makanan yang diberikan telah disesuaikan dengan jumlah kalori dan oleh karena itu harus dihabiskan guna memenuhi kecukupan gizi. Akan tetapi masih banyak pasien yang tidak menghabiskan makanan tersebut sebagaimana standar dari Kemenkes yaitu sisa makanan <20%. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan adanya sisa makanan pada pasien rawat inap. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan rancangan cross sectional study serta menggunakan uji Chi Square untuk mengetahui hubungan kedua variabel penelitian. Penarikan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling sehingga jumlah sampel yaitu 37 responden. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan kebiasaan makan dengan adanya sisa makanan dengan nilai p value = 0,024, ada hubungan kebosanan dengan adanya sisa makanan dengan nilai p value = 0,004, ada hubungan cita rasa makanan dengan adanya sisa makanan dengan nilai p value = 0,003, dan variable yang memiliki korelasi kuat dengan kejadian sisa makanan adalah cita rasa, correlation 0,488. Kesimpulan yaitu dapat diberikan saran secara umum yaitu agar pihak rumah sakit khususnya pada pelayanan gizi senantiasa melakukan upaya peningkatan cita rasa makanan, variasi makanan, serta edukasi gizi kepada pasien agar senantiasa menghabiskan makanan yang telah disajikan.
Copyrights © 2023