Nikmah Saro
Kesehatan Masyarakat, STIKES IST Buton, Baubau, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Gizi Keluarga dalam Meningkatkan Imunitas Selama Pandemi Covid-19 Nikmah Saro; Musmuliadin Musmuliadin; Ramadani Ramadani
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 1 (2023): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i1.1041

Abstract

Coronavirus Disease (COVID-19) merupakan penyakit yang ditimbulkan karena virus. Penyakit ini melanda dunia di akhir tahun 2019 kemudian menjadi pandemi setelah ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia. WHO merekomendasikan menu gizi seimbang di tengah pandemi COVID-19. Artinya, disetiap menu makanan harus mencakup nutrisi lengkap, baik itu makronutrien seperti karbohidrat, protein, lemak, serta mikronutrien dari vitamin dan mineral. Tujuan penelitian yaitu ini mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku gizi keluarga dalam meningkatkan imunitas selama pandemi COVID-19 di Desa Koroe Onowa, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi. Jenis penelitian yaitu deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional, dimana seluruh variabel yang diamati diukur secara bersamaan ketika penelitian berlangsung. Penelitian dilakukan di Desa Koroe Onowa Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi, yang dilakukan dari bulan Juni-Juli tahun 2022.Teknik pengambilan sampel yaitu teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 153 responden. Hasil penelitian yaitu tidak ada hubungan pengetahuan dengan perilaku gizi keluarga dalam meningkatkan imunitas selama masa pandemi COVID-19 dengan nilai = 0.207, tidak ada hubungan sikap dengan perilaku gizi keluarga dalam meningkatkan imunitas selama masa pandemi COVID-19 dengan nilai = 0.123. Saran yaitu diharapkan kepada masyarakat yang memiliki perilaku gizi kurang agar memperhatikan pemenuhan kebutuhan imunitas khususnya mengenai perilaku gizi keluarga dalam meningkatkan imunitas selama pandemi COVID-19 baik dari diri sendiri, keluarga maupun melalui media, penyuluhan, leaflet, modul.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Sisa Makanan Pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buton Tengah Nikmah Saro; Lili Jumiati
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i3.1530

Abstract

Pelayanan gizi rumah sakit berupa pemberian makanan bagi pasien bertujuan untuk proses pemenuhan gizi selama perawatan sehingga dapat mendukung proses penyembuhan sakit yang dialaminya. Makanan yang diberikan telah disesuaikan dengan jumlah kalori dan oleh karena itu harus dihabiskan guna memenuhi kecukupan gizi. Akan tetapi masih banyak pasien yang tidak menghabiskan makanan tersebut sebagaimana standar dari Kemenkes yaitu sisa makanan <20%. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan adanya sisa makanan pada pasien rawat inap. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan rancangan cross sectional study serta menggunakan uji Chi Square untuk mengetahui hubungan kedua variabel penelitian. Penarikan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling sehingga jumlah sampel yaitu 37 responden. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan kebiasaan makan dengan adanya sisa makanan dengan nilai p value = 0,024, ada hubungan kebosanan dengan adanya sisa makanan dengan nilai p value = 0,004, ada hubungan cita rasa makanan dengan adanya sisa makanan dengan nilai p value = 0,003, dan variable yang memiliki korelasi kuat dengan kejadian sisa makanan adalah cita rasa, correlation 0,488. Kesimpulan yaitu dapat diberikan saran secara umum yaitu agar pihak rumah sakit khususnya pada pelayanan gizi senantiasa melakukan upaya peningkatan cita rasa makanan, variasi makanan, serta edukasi gizi kepada pasien agar senantiasa menghabiskan makanan yang telah disajikan.