Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) menantang pemerintah untuk perubahan lingkungan strategis secara cepat, dinamis, kompleks, tidak terduga dan tidak dapat diprediksi. Hal ini membuat reorientasi program reformasi birokrasi perlu dilakukan oleh pemerintah Indonesia, agar dapat beradaptasi dengan tata kelola pemerintahan yang dinamis (Dynamic Governance). Kemajuan teknologi yang maju pesat saat ini menuntut pemerintah untuk menawarkan layanan publik yang lebih terampil dan mampu bereaksi cepat terhadap perubahan kondisi lingkungan. Salah satu layanan yang mendasar adalah administrasi kependudukan. Penelitian ini mengacu pada teori yang dikemukakan oleh Neo dan Chen (2007), dimana komponen dari Dynamic Governance adalah budaya, kemampuan, orang yang berkemampuan, dan proses yang tangkas. Selain itu juga terdapat faktor pendukung dan penghambat dynamic governance dalam pelayanan administrasi kependudukan serta upaya dalam mengatasi faktor penghambat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi, teknik purposive atau criterian based selection dan snowball sampling untuk pemilihan informan, analisis data penelitian ini terdiri dari reduksi data, display data, pengkodean, pengelompokan data (kategorisasi ciri/klasifikasi sifat), hingga pada penarikan kesimpulan, yang ditunjang dengan triangulasi data untuk keabsahan data. Hasil penelitian bahwa pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Bone masih menuju Dynamic Governance.
Copyrights © 2023