Pariwisata merupakan kegiatan wisata yang didukung fasilitas dan layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah (UU Kepariwisataan No. 10 Tahun 2019). Berwisata memerlukan penginapan salah satunya pengalihfungsian rumah penduduk sekitar destinasi wisata biasa disebut Homestay. Salah satu provinsi di Indonesia yang meyajikan wisata alam dan sejarah yaitu provinsi Sumatera Barat, tepatnya di Kota Bukittinggi dan memiliki berbagai macam jasa penginapan. Penelitian ini bertujuan menilai kelayakan bisnis pada salah satu penginapan di Kota Bukitiggi yaitu Carano Homestay. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dengan analisis finansial menggunakan tiga kriteria investasi : Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate of Return (IRR); analisis Pay Back Period (PBP) dan Break Event Point. Hasil yang diperoleh pada analisis finansial yaitu (NPV) = 1.707.630.167, Net B/C = 2,97 , IRR = 27,5%, PBP membutuhkan waktu 4 tahun 3 bulan 5 hari, dan BEP terjadi dalam waktu 4 tahun 2 bulan 12 hari. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa usaha Carano Homestay di Kota Bukittinggi layak untuk dilanjutkan.
Copyrights © 2023