Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbandingan penggunaan antara agregat kasar Pasuruan dan agregat kasar Madura pada campuran aspal AC-WC terhadap karakteristik Marshall. Variasi kadar aspal yang dipakai yaitu 4%, 5,55%, dan 7%. Masing-masing variasi kadar dibuat 4 sampel benda uji dengan total 24 benda uji. Pembuatan benda uji menggunakan campuran aspal lapisan AC-WC kemudian diuji dengan menggunakan metode Marshall untuk mendapatkan nilai VIM, VMA, VFA, Flow, Stabilitas, dan Marshall Quotient. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi kadar aspal optimum berada pada kadar aspal 7%. Dimana pada agregat kasar Pasuruan semuanya memenuhi persyaratan Bina Marga 2018 dengan nilai stabilitas 1010,27 kg, nilai flow 3,80 mm, nilai MQ 266,56 kg/mm, nilai VIM 4,45%, nilai VMA18,76%, dan nilai VFA 76,31%. Sedangkan pada agregat kasar Madura terdapat beberapa nilai yang tidak memenuhi persyaratan diantaranya yaitu nilai VIM 8,64% dan nilai VFA 60,97%, dan yang memenuhi persyaratan yaitu stabilitas 990,74 kg, flow 3,78 mm, MQ 261,56%, dan VMA 22,12%. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan agregat kasar Pasuruan lebih baik dibandingkan dengan agregat kasar Madura berdasarkan hasil sebagian besar nilai parameter Marshall yang lebih tinggi dibandingkan agregat kasar Madura.
Copyrights © 2023