UMKM sebagai salah satu sektor usaha memiliki peran sangat penting bagi perekonomian Indonesia. Salah satu jenis UMKM yang tidak akan hilang sampai kapanpun adalah usaha kuliner. Produk kuliner atau makanan merupakan kebutuhan pokok masyarakat sehari-sehari sehingga akan selalu ada permintaan akan makanan. Hal ini menghasilkan peluang bisnis kuliner yang sangat potensial. UMKM dibidang kuliner sendiri sudah sangat menjamur salah satunya Cimol AA. Akan tetapi Cimol AA belum memiliki konsep yang kuat dalam mengelola usaha yang dia jalani. Penelitian ini bertujuan untuk membantu salah satu UMKM cimol AA dengan menerapkan sistem Business Model Canvas (BMC) pada usaha yang sedang dijalankan dan mengharapkan dapat memberikan arah yang lebih jelas kepada usahanya. BMC memiliki Elemen elemen yang dapat membantu, mempermudah, hingga meningkatkan fokus perusahaan terhadap point penting perencanaan bisnis dan mengurangi kekeliruan dalam eksekusi bisnis. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif desktriftif dengan melibatkan owner Cimol AA, yaitu Iin Parlina untuk mendapatkan data, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menujukan bahwa dari 9 elemen pada BMC Cimol AA memiliki kelemahan pada saluran (channels) yang mana pada Cimol AA belum menggunakan banyak saluran seperti memasarkan atau mempromosikan produknya di sosial media. Cimol aa hanya menggunakan cara pemasaran dari mulut ke mulut (word of mouth) sehingga Cimol AA tidak bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Oleh karna itu sebaiknya Cimol AA menigkatkan cara pemasarannya di sosial media agar diketahui banyak orang tentang keberadaan Cimol AA.
Copyrights © 2023