Tulisan ini bertujuan Tulisan ini menganalisis implementasi model kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru di SMA Ar-Rahman Medan. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan sumber data primer (wawancara dengan kepala sekolah, guru/wali kelas, dan perwakilan peserta didik) serta data sekunder dari bahan kepustakaan, penelitian terkait, dan dokumen-dokumen. Pengumpulan data melibatkan observasi, wawancara, dokumentasi, dan pencatatan lapangan. Analisis data melibatkan reduksi, display data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan empat model kepemimpinan kepala sekolah yang mendukung peningkatan kompetensi guru. Model demokratis memungkinkan partisipasi guru dalam keputusan dan perencanaan pembelajaran. Model Laissez Faire melibatkan delegasi tugas dan inisiatif guru. Model Kharismatik beton pada kolaborasi guru dan kepala sekolah untuk keikhlasan dan kepemimpinan moral. Model Otokratik menegakkan standar operasional pendidikan. Guru harus patuh untuk meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial.
Copyrights © 2023