Sakarin merupakan salah satu bahan kimia sintetik yang tergolong bahan tambahan makanan atau minuman. Jamu pelancar haid sering kali dikonsumsi oleh para wanita saat sedang menstruasi, dan akan menjadi buruk jika jamu tersebut mengandung sakarin. Salah satu variasi jamu pelancar haid yang sering dikonsumsi adalah kunyit asam. Kandungan sakarin yang rutin dikonsumsi dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan fungsi metabolisme. Penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik dan mengetahui kadar sakarin pada sediaan herbal pemicu menstruasi yang beredar di Pasar Kota Klaten. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif eksperimen. Penelitian ini menggunakan metode uji warna, KLT, dan Spektroskopi FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 sampel obat herbal pelancar haid yang dianalisis dengan Uji Besi (III) Klorida dan Uji Absorbinol tidak ditemukan adanya sakarin. Pada Uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT) tidak ditemukan noda atau Rf yang sama atau hampir mendekati Rf standar pembanding pemanis buatan sakarin. Dari hasil analisa dapat disimpulkan bahwa dari 10 sampel jamu pelancar haid yang diperiksa negatif mengandung pemanis buatan sakarin
Copyrights © 2023