Kehadiran kepercayaan Hindu-Konghucu di wilayah Nusantara ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan sejarah Bangsa Indonesia. Kehadiran budaya ini memunculkan adanya sinkretisme budaya. Wujud sinkretisasi antara Kebudayaan Cina (Konghucu) dan Hindu (Siwa) tersebut juga dapat ditemukan pada salah satu Pura Penyagjagan di Desa Catur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Konsepsi sinkretisme pemujaan Hindu Konghucu yang masih terjaga di Desa Catur ini dapat menjadi sebuah landasan atau referensi tentang pendidikan Multikultural khususnya di Bali.Metode penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penentuan informan pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Pendekatan penelitian ini dimaksudkan sebagai penelitian yang menganalisis dan menjelaskan fenomena dengan sedalam-dalamnya. Metode pengumpulan data adalah cara observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan studi dokumentasi.Proses terjadinya sinkretisme Hindu-Konghucu di Desa Catur diawali dengan dibangunnya Pelinggih Konco di Pura Penyagjagan. Pura tersebut konon zaman dahulu sebagai tempat peristarahat para warga Cina yang sedang berperang. Bentuk sinkretisme kebudayaan Hindu-Konghucu di Pura Penyagjagan Desa Catur dilihat dari sistem pemujaan, sarana upacara, dan bentuk bangunan.
Copyrights © 2023