Ni Made Suyeni
UHN I Gusti Bagus Sugriwa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PROSES TERJADINYA SINKRETISME PEMUJAAN HINDU-KONGHUCU DI PURA PENYAGJAGAN DESA CATUR KECAMATAN KINTAMANI KABUPATEN BANGLI I Nengah Karsana; Ni Made Suyeni; Ketut Sugawa Kori
Maha Widya Duta : Jurnal Penerangan Agama, Pariwisata Budaya, dan Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/duta.v7i1.2889

Abstract

Kehadiran kepercayaan Hindu-Konghucu di wilayah Nusantara ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan sejarah Bangsa Indonesia. Kehadiran budaya ini memunculkan adanya sinkretisme budaya. Wujud sinkretisasi antara Kebudayaan Cina (Konghucu) dan Hindu (Siwa) tersebut juga dapat ditemukan pada salah satu Pura Penyagjagan di Desa Catur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Konsepsi sinkretisme pemujaan Hindu Konghucu yang masih terjaga di Desa Catur ini dapat menjadi sebuah landasan atau referensi tentang pendidikan Multikultural khususnya di Bali.Metode penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penentuan informan pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Pendekatan penelitian ini dimaksudkan sebagai penelitian yang menganalisis dan menjelaskan fenomena dengan sedalam-dalamnya. Metode pengumpulan data adalah cara observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan studi dokumentasi.Proses terjadinya sinkretisme Hindu-Konghucu di Desa Catur diawali dengan dibangunnya Pelinggih Konco di Pura Penyagjagan. Pura tersebut konon zaman dahulu sebagai tempat peristarahat para warga Cina yang sedang berperang. Bentuk sinkretisme kebudayaan Hindu-Konghucu di Pura Penyagjagan Desa Catur dilihat dari sistem pemujaan, sarana upacara, dan bentuk bangunan.