Penelitian ini menganalisis perkembangan pendidikan agama Islam pada tiga kekhalifahan utama: Turki Usmani, Safawi, dan Mughal. Melalui metode studi pustaka, penelitian ini memeriksa sumber-sumber utama dan sekunder terkait perkembangan pendidikan agama dalam konteks masing-masing kekhalifahan. Pada Kekhalifahan Turki Usmani, sistem pendidikan agama Islam berkembang pesat melalui pendirian madrasah yang menawarkan kurikulum inklusif. Di bawah Kekhalifahan Safawi, lembaga-lembaga pendidikan seperti madrasah dan universitas ditekankan, dengan integrasi ajaran agama Syiah dan ilmu-ilmu umum. Kekhalifahan Mughal juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pendidikan agama Islam melalui pembangunan masjid, madrasah, dan kolaborasi dengan ulama terkemuka. Semua tiga kekhalifahan menekankan pendidikan agama Islam dalam kerangka toleransi agama dan inklusivitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun dengan pendekatan yang berbeda, ketiga kekhalifahan ini memberikan perhatian besar pada perkembangan pendidikan agama Islam. Dalam rentang waktu yang berbeda, kekhalifahan-kekhalifahan ini telah memberikan kontribusi penting terhadap pemahaman agama Islam dan penerapannya dalam masyarakat. Studi pustaka ini memberikan wawasan yang berharga tentang bagaimana pendidikan agama Islam berkembang dalam konteks kekhalifahan yang beragam.
Copyrights © 2023