Penelitian tentang ajaran teoigis Hyper-grace dalam Roma 5:20 dimaksudkan untuk mencari jawaban apakah ajaran tentang hyper-grace sebagai kasih karunia yang bertentangan dengan ajaran Alkitab mengenai kasih karunia. Dalam Perjanjian Lama Allah menunjukan kasih karunia-Nya kepada bangsa Israel melalui nabi-nabi dan mujizat-mujizat yang Allah lakukan bagi bangsa Israel untuk menyelamatkan mereka dari perbudakan dosa dan perbudakan fisik. Sedangkan dalam Perjanjian Baru Allah menyatakan kasih karunia-Nya melalui pengorbanan Yesus Kristus diatas kayu salib untuk menyelamatkan manusia dari kutukan dosa. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti apakah kasih karunia tersebut mengampuni dosa manusia dahulu, sekarang dan yang akan datang serta kasih karunia tersebut membuat manusia bebas dalam melakukan dosa? Sampai saat ini, hal ini menjadi sebuah perbedebatandiantara ajaran-ajaran Kristen. Penelitian ini mendapat beberapa keleriuan dari ajaran hyper-grace yaitu ajaran ini menentang hukum Taurat dengan alasan bahwa hukum Taurat ditambahkan agar dosa bertambah semakin banyak. Dalam Roma 5:20 adalahpenjelasan rasul Paulus agar manusia sadar bahwa kasih karunia Allah memiliki kekuatan yang memiliki maut dan ayat tersebut bermaksud agar manusia dapat melihat bahwa meskipun mereka melakukan yang jahat dimata Allah, Allah memiliki kasih yang luar biasa untuk mengampuni mereka dengan demikian manusia sadar akan dosanya dan berbalik kepada Allah.
Copyrights © 2020