Penelitian ini mengkaji sejauh mana koreksi teks yang diintegrasikan ke dalam fase berikutnya dari instruksi membaca berbasis tugas dapat berkontribusi pada pengembangan tata bahasa kedua. Partisipannya adalah 49 pembelajar bahasa anak yang menyelesaikan membaca berbasis tugas di kelas mereka sendiri. Mereka secara acak dibagi menjadi dua kelompok, yang mana satu terkena peningkatan teks dan yang lainnya tidak. Jadwal paparan ganda diterapkan dalam percobaan, terdiri dari enam sesi terapi selama tiga minggu. Konstruksi objeknya adalah morfem orang ketiga tunggal. Kemajuan sebelum dan sesudah tes dinilai dengan tes tata bahasa. Hasilnya menunjukkan efek kecil tapi positif pada perbaikan teks. Keberhasilan yang relatif dari hasil peningkatan teks disebabkan oleh beberapa faktor yang terjadi selama penelitian yaitu: Menggunakan desain paparan berganda dan menggabungkan peningkatan teks pada tahap pasca-tugas daripada tahap penugasan, usia peserta, dan kemampuan
Copyrights © 2023