Kajian Linguistik dan Sastra
Vol. 2 No. 3 (2023): September 2023

Bentuk Kosakata Arkais dalam Bahasa Banjar di Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat

Netti Hardiyanti (Universitas Jambi)
Anggi Triandana (Universitas Jambi)



Article Info

Publish Date
29 Sep 2023

Abstract

This study aims to describe archaic word forms and archaic meanings in the Banjar language in Pembengis Village, West Tanjung Jabung regency. Archaic are words or terms that are no longer used by a group of people in communicating interactions. Qualitative analysis was taken from the interpretation of data in the form of archaic words obtained from informants speaking Banjar language in Pembengis village, Tanjung Barat regency and collected using interview, listening and note-taking techniques. The source of the data in this study was the Pembengis village community of Tanjung Jabung Barat regency with the number of informants in this study as many as 6 people consisting of 4 men aged 26 years, 27 years, 47 years, 55 years, 2 women aged 25 years and 59 years old who is a native speaker or resident of the village of Pembengis, West Tanjung Jabung regency. Data collection techniques were used in this study, namely making transcriptions, removing inappropriate data, classifying data into noun, verb, and adjective word classes, and continuing to describe the meaning and examples of archaic words in the form of Banjar language sentences in Pembengis village,  Tanjung Jabung Barat regency, Jambi province. From the results of the analysis, it was found that there were 67 archaic words, namely: 27 nouns, 20 adjectives and 20 verbs. It can be concluded that the most common archaic word forms in Pembengis village, Tanjung Jabung Barat regency, are in the noun class. In terms of meaning, archaic words in the Banjar language in Pembengis village, West Tanjung Jabung regency have lexical meanings, while in terms of usage they are constructed according to the context. The implications of this study are changes in archaic words that tend to lead to changes similar to Indonesian which are caused by the influence of language contact, including: Indonesian language, the language at school, the national language, and Malay language, so that the Banjar language in Pembengis village, West Tanjung Jabung regency, Jambi province experienced a language shift. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kata arkais dan makna arkais yang tedapat dalam bahasa Banjar di Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Arkais merupakan kata atau istilah yang sudah tidak lagi digunakan lagi oleh sekelompok masyarakat dalam berkomunikasi interaksi. Analisis kualitatif diambil dari interpretasi data yang berupa kata-kata arkais yang diperoleh dari informan penutur Bahasa Banjar di desa Pembengis Kabupaten Tanjung Barat dan dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, simak dan teknik catat. Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat dengan jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 6 orang yang terdiri dari 4 orang laki-laki berusia 26 tahun, 27 tahun, 47 tahun, 55 tahun, 2 orang perempuan berusia 25 tahun dan 59 tahun yang merupakan penutur atau penduduk asli desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Teknik Pengumpulan data digunakan dalam penelitian ini yaitu membuat transkipsi, membuang data yang tidak sesuai, mengklasifikasikan data pada kelas kata nomina, verba, dan adjektiva, dan dilanjutkan mendeskripsikan makna serta contoh kata arkais dalam bentuk kalimat bahasa Banjar desa Pembengis Kab. Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi. Dari hasil pembahasan, ditemukan kata-kata arkais sebanyak 67 kata arkais yaitu:  27 kata benda, 20 kata sifat dan 20 kata kerja. Dapat disimpulkan, bentuk kata arkais yang paling banyak ditemukan di desa Pembengis kabupaten Tanjung Jabung Barat terdapat pada kelas kata benda. Dari segi makna, kata arkais dalam Bahasa Banjar di desa Pembengis kabupaten Tanjung Jabung Barat memiliki makna leksikal, sedangkan dari segi pemakaiannya dikontruksikan sesuai dengan konteksnya. Implikasi pada penelitian ini terjadinya perubahan kata arkais yang cenderung mengarah pada perubahan yang mirip dengan Bahasa Indonesia yang di sebabkan karena adanya pengaruh kontak bahasa antara lain: Bahasa Indonesia, bahasa di sekolah, bahasa nasional, dan bahasa melayu sehingga Bahasa banjar yang ada di desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi mengalami pergeseran suatu bahasa.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

kal

Publisher

Subject

Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra merupakan jurnal ilmiah kebahasaan dan kesastraan yang diterbitkan oleh Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi. Kalistra terbit tiga kali setahun setiap Mei, September, dan Januari. Jurnal Kalistra menerbitkan hasil penelitian ilmiah dalam kajian bahasa ...