Biaya tenaga kerja mencakup 25-30% dari total biaya proyek yang dikeluarkan. Analisa biaya konstruksi yang umum digunakan untuk menganalisa biaya proyek adalah Burgerlijke Openbare Werken (BOW) dan SNI. Analisa BOW, SNI 2002 dan SNI 2007 dalam penerapannya sering menghasilkan nilai biaya yang berbeda, karena perbedaan identifikasi jenis pekerjaan dan nilai koefisien yang terdapat pada ketiga analisa. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan biaya tenaga kerja berdasarkan analisa BOW, SNI 2002, dan SNI 2007 pada 3 bangunan gedung, yaitu Gedung dengan nilai kontrak ≤ Rp. 100 juta, nilai kontrak Rp.100 juta s.d Rp. 1 milyar, dan nilai kontrak ≥ Rp. 1 milyar. Metode pengolahan data dilakukan dengan metode menganalisis koefisien analisa dan harga satuan tenaga kerja yang diperoleh dengan cara menguraikan data-data tersebut dalam bentuk tabel. Hasil penelitian diperoleh informasi mengenai biaya tenaga kerja setiap jenis pekerjaan pada ketiga bangunan gedung yang ditinjau berdasarkan ketiga analisa. Biaya tertinggi yang diperoleh untuk jenis tenaga kerja ketiga proyek adalah pekerja, kemudian tukang, kepala tukang dan mandor. Biaya dan persentase tenaga kerja yang terbesar terdapat pada analisa BOW, sedangkan yang terkecil terdapat pada analisa SNI 2007. Perbedaan biaya kebutuhan tenaga kerja diharapkan dapat menjadi informasi bagi perencana dan pelaksana proyek untuk memilih analisa yang sesuai dalam menghitung biaya tenaga kerja proyek konstruksi.
Copyrights © 2023