Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Upah Tenaga Kerja Bangunan Gedung di Kota Banda Aceh dengan Menggunakan Burgerlijke Openbare Werken, SNI 2002 dan SNI 2007 Sheragizca Yolanda Situmeang
Jurnal KaLIBRASI - Karya Lintas Ilmu Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri Vol. 6 No. 2 (2023): KaLIBRASI September 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37721/kalibrasi.v6i2.1155

Abstract

Biaya tenaga kerja mencakup 25-30% dari total biaya proyek yang dikeluarkan. Analisa biaya konstruksi yang umum digunakan untuk menganalisa biaya proyek adalah Burgerlijke Openbare Werken (BOW) dan SNI. Analisa BOW, SNI 2002 dan SNI 2007 dalam penerapannya sering menghasilkan nilai biaya yang berbeda, karena perbedaan identifikasi jenis pekerjaan dan nilai koefisien yang terdapat pada ketiga analisa. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan biaya tenaga kerja berdasarkan analisa BOW, SNI 2002, dan SNI 2007 pada 3 bangunan gedung, yaitu Gedung dengan nilai kontrak ≤ Rp. 100 juta, nilai kontrak Rp.100 juta s.d Rp. 1 milyar, dan nilai kontrak ≥ Rp. 1 milyar. Metode pengolahan data dilakukan dengan metode menganalisis koefisien analisa dan harga satuan tenaga kerja yang diperoleh dengan cara menguraikan data-data tersebut dalam bentuk tabel. Hasil penelitian diperoleh informasi mengenai biaya tenaga kerja setiap jenis pekerjaan pada ketiga bangunan gedung yang ditinjau berdasarkan ketiga analisa. Biaya tertinggi yang diperoleh untuk jenis tenaga kerja ketiga proyek adalah pekerja, kemudian tukang, kepala tukang dan mandor. Biaya dan persentase tenaga kerja yang terbesar terdapat pada analisa BOW, sedangkan yang terkecil terdapat pada analisa SNI 2007. Perbedaan biaya kebutuhan tenaga kerja diharapkan dapat menjadi informasi bagi perencana dan pelaksana proyek untuk memilih analisa yang sesuai dalam menghitung biaya tenaga kerja proyek konstruksi.
KINERJA CAMPURAN ASPAL BETON PORUS MENGGUNAKAN ASPAL KARET ALAM PADAT Sumiati sumiati; Sheragizca Yolanda Situmeang; Arief Aszharri
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1337

Abstract

Abstrak   Aspal beton padat memiliki permeabilitas rendah sehingga air hujan sulit meresap, yang berpotensi menimbulkan genangan dan menurunkan keselamatan lalu lintas. Aspal beton porus dikembangkan sebagai alternatif dengan struktur gradasi terbuka yang menghasilkan rongga saling terhubung, sehingga memungkinkan air mengalir ke lapisan bawah perkerasan. Namun, karakteristik ini umumnya berdampak pada penurunan stabilitas campuran. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jenis aspal dan gradasi agregat terhadap kinerja mekanik dan hidrologis aspal beton porus. Variasi yang digunakan meliputi aspal termodifikasi AKAP PG-76 dan aspal konvensional PEN 60/70, serta gradasi agregat AAPA dan British Standard. Benda uji disiapkan dari kombinasi kedua jenis aspal dan gradasi, kemudian diuji menggunakan pengujian Marshall, Cantabro, dan permeabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AKAP PG-76 meningkatkan stabilitas Marshall dan ketahanan keausan campuran, sedangkan variasi gradasi agregat berpengaruh signifikan terhadap nilai permeabilitas. Temuan ini memberikan dasar teknis dalam pemilihan kombinasi material untuk meningkatkan kinerja aspal beton porus. Kata kunci: Aspal beton porus; Stabilitas Marshall; Permeabilitas; Gradasi agregat; Uji Cantabro     Abstract   Dense asphalt concrete has low permeability, which limits rainwater infiltration and may cause surface ponding that reduces traffic safety. Porous asphalt concrete has been developed as an alternative by employing an open-graded structure with interconnected voids, allowing water to drain into underlying pavement layers. However, this characteristic often leads to lower mixture stability compared to conventional asphalt concrete, requiring a balance between mechanical and hydraulic performance. This study analyzes the effects of asphalt type and aggregate gradation on the mechanical and hydrological performance of porous asphalt concrete. The variables include modified asphalt AKAP PG-76 and conventional asphalt PEN 60/70, as well as AAPA and British Standard aggregate gradations. Specimens were prepared from combinations of asphalt types and gradations and evaluated using Marshall stability, Cantabro abrasion resistance, and permeability tests. The results indicate that AKAP PG-76 improves Marshall stability and abrasion resistance, while aggregate gradation plays a dominant role in controlling permeability. These findings provide insight into optimizing porous asphalt mixtures through binder modification and gradation design.   Keywords: Porous asphalt concrete; Marshall stability; Permeability; Aggregate gradation; Cantabro test