Tujuan penulisan artikel ini untuk membahas tentang menanamkan sikap demokrasi di pendidikan dasar inklusi. Sekolah dasar termasuk jauh lebih rentan terhadap perbedaan antar siswa karena menempatkan siswa normal dengan siswa berkebutuhan khusus dalam satu kelas. Kondisi tersebut menjadi memungkinkan terjadinya intervensi terhadap anak berkebutuhan khusus. Siswa di dasar inklusi tidak hanya belajar bertoleransi terhadap perbedaan suku, agama, ras, dan bahasa, namun siswa belajar menghargai segala bentuk kekurangan dari siswa penyandang anak berkebutuhan khusus. Penerapan demokrasi pendidikan dalam pembelajaran yang mengusung konsep memberi kebebasan siswa dalam berpendapat, menyampaikan sanggahan, dan juga memiliki kesempatan yang sama tanpa segi suku, ras, dan golongan. Guru juga merupakan bagian yang sangat penting untuk sekolah untuk program kelancaran, karena guru memang berkomunikasi langsung dengan siswa yang membutuhkan dan siswa lainnya. Juga diharapkan bahwa guru akan dapat menyediakan lingkungan belajar yang demokratis bagi siswa.
Copyrights © 2023