Kasus bencana tumpahan minyak di perairan sering terjadi di Indonesia. Pada tahun 2019-2022 di Indonesia memiliki kasus hamper 31 kasus tumpahan minyak. Oleh karena itu, inovasi teknik pendegradasi minyak yang cepat dan ramah lingkungan sangat urgent untuk segera dikaji. Minyak dapat terdistirubusi secara luas karena sifat minyak dengan berat jenis lebih ringan dari air. Menyelesaikan permasalahan minyak selama ini ada 3 yaitu secara kimia, fisika dan biologi. Metode fisika dengan metode oil skimmer. Metode biologi dengan bioremediasi memanfaatan mikroorganisme dalam mendegradasi minyak. Ecoenzim atau enzim sampah (garbage enzyme) adalah laruta ,ultienzim yang minimal terdiri dari protease, lipase dan amylase. Jenis enzim yang tergantung oleh bahan dasar yang digunakan. Ecoenzim terbentuk setelah tiga bulan melalui proses fermentasi. Pemberian ecoenzim pada badan air ketika proses remediasi akan mempengaruhi secara signifikan pH, koloni bakteri, TPH, dan viskositas baik dengan metode diam maupun shaker. Perlakuan metode diam yang efektif dalam mengurangi TPH pada A5B2 dan A6B2, untuk pengurangan viskositas A3B2, A4B2, dan A5B2. Pada metode shaker perlakuan yang efektif pada parameter TPH dan viskositas yaitu A5B1 dan A6B1. Konsentrasi ecoenzyme sebanyak 10% v/v dan 15% v/v merupakan takaran paling efektif untuk meremidasi kontaminasi minyak mentah 150ppm dan 200ppm.
Copyrights © 2023