Biopori adalah lobang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai akitifitas makro dan mikro organisma di dalamnya, seperti cacing, perakaran tanaman, rayap dan fauna tanah lainya. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kadar air dalam tanah dan peningkatan kadar unsur hara di dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat penerapan teknologi biopori dan jenis biomassa dalam perbaikan sifat fisik dan kimia tanah pada tanaman kelapa sawit. Untuk mengetahui interaksi antara kedua faktor tersebut, penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan acak kelompok faktorial (RAK faktorial) maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Perlakuan terdiri atas satu faktor yaitu biomassa dari golongan tanaman monocotyl (S1), biomassa dari tanaman dicotyl (S2), biomassa dari bagian tanaman kelapa sawit (daun, pelepah, tandan buah, dan buang jantan (S3), biomassa campuran (monokotil, dikotil, dan bagian dari tanaman kelapa sawit) (S4). 1. Perlakuan biomassa campuran memberikan hasil terbaik terhadap perlakuan kadar air tanah, kadar unsur hara pada jarak 5 cm dari LRB, dan bulk dencity 2. Interaksi perlakuan teknologi biopori dan biomassa campuran hasil terbaik terhadap perlakuan kadar air tanah, kadar unsur hara jarak 0-5, 5-10, dan 10-15 cm dari lubang resapan biopori.
Copyrights © 2023