Sejak zaman Orde Baru, Mentawai menjadi sasaran program pembangunan hingga sekarang. Salah satunya program berkaitan dengan pangan. Dimana program cetak sawah yang dicanangkan pada tahun 2012 seluas 600 ha harus tercapai. Namun orang Mentawai tidak memiliki pengetahuan tentang pertanian padi-sawah. Sehingga upaya peralihan dari sagu ke beras menjadi pelik. Sagu bukan hanya sebagai pangan namun terkait dengan kehidupan sosial budaya seperti upacara adat dan arat sabulungan. Dengan berubahnya makanan orang Mentawai maka kebudayaannya juga ikut berubah bahkan hilang.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-etnografi. Dalam pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan studi literatur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan betapa rapuhnya orang Mentawai yang diintervensi melalui program pembangunan seperti relokasi dan pembukaan lahan sawah yang membuat sagu semakin menipis dalam lingkungan mereka. Politik ekologi yang dijalankan oleh pemerintah Indonesia, mengakibatkan ruang-ruang hidup orang Mentawai terganggu dan kian berubah. Sagu yang menjadi makan utama kini digantikan dengan beras yang dilabeli dengan maju dan modern.
Copyrights © 2021