Intensitas penggunaan media sosial tanpa disadari telah menjadi pemicu depresi bagi sebagian orang. Hal ini dapat terjadi karena terkadang kita selalu menjadikan postingan media sosial orang lain sebagai tolak ukur kebahagiaan dan keberhasilan terhadap diri sendiri. Hal tersebut berdampak pada rendahnya tingkat kepercayaan serta kepuasan diri sehingga semakin jauh dari kata kebahagiaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskripsi karena sumber penelitian yang dilakukan oleh penulis bersumber dari ucapan atau tulisan seseorang yang sekaligus menjadi objek dalam penelitian, yaitu buku karya Mark Manson yang berjudul “Sebuah Seni Untuk Untuk Bersikap Bodo Amat”. Sedangkan, disebut deskriptif karena hasil penelitian tersebut berupa pendeskripsian atau uraian tulisan yang bersifat naratif. Hasilnya, melalui buku “Sebuah Seni Untuk Untuk Bersikap Bodo Amat”, Mark Manson telah mengajak pembaca khususnya para remaja yang sedang mencari jati diri untuk bersikap acuh dalam beberapa hal, misalnya tidak ambil pusing dengan komentar orang lain atas pencapaian diri atau dengan kata lain jangan terlalu berusaha mewujudkan ekspektasi orang lain terhadap diri kita sebab semakin kita berusaha, semakin pula kita jauh dari ekspektasi yang diinginkan tersebut. Singkatnya, penerimaan terhadap diri sendiri merupakan kebahagiaan yang sejatinya diperlukan oleh diri sendiri.
Copyrights © 2024