Mobil listrik telah menjadi trend kendaraan masa depan yang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Sejak abad ke 18 awal dirilis mobil listrik di eropa, sedangkan di Indonesia berkembang sejak tahun 2012 sampai saat ini. Keunggulan yang dijanjikan oleh mobil listrik dapat meumbuhkan minat dari pemakai kendaraan berbahan bakar bbm untuk pindah menggunakan mobil listrik. Banyaknya produsen dan merek mobil listrik membuat masyarakat menjadi kesulitan dalam menentukan merek mobil listrik apa yang akan dibeli. Hal ini dikarenakan minimnya pengetahuan Masyarakat akan produk baru ini. Untuk mengatasi masalah tersebut dapat disolusikan dengan penerapan Sistem Pendukung keputusan. Pada penelitian kali ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Adapun atribut yang digunakan adalah harga, jarak tempuh, kecapatan maksimum, waktu pengisian baterai, fitur dan teknologi, serta keamanan dan kenyamanan. Penerapan kombinasi ini ditujukan untuk mengurangai penilaian yang subjektif terhadap atribut yang digunakan. Penerapan metode diawali dengan menghitung bobot maksimum dari setiap atribut selanjutnya dilanjutnya dengan perhitungan nilai preferensi dan perankingan. Atribut dengan nilai preferensi maksimum adalah peringkat pertama atau sebagai keputusan pemilihan alternatif terbaik pertama. Dari hasil penelitian ini dapat membantu para calon pembeli dapat menentukan pilihan mobil listrik yang terbaik untuk dibeli. Hasil dari penelitian ini didapat perangkingan dari masing-masing alternatif yang ada sebagai berikut mobil alternatif pertama mobil Tesla Model S dengan nilai preferensi 0,668, alternatif terpilih ke dua beli mobil listrik Nissan Leaf dengan nilai preferensi 0.629, alternatif ketiga beli mobil listrik merek Hyundai Ioniq Electric dengan nilai preferensi 0.622 dan alternatif terakhir adalah beli mobil listrik merek selanjutnya alternatif beli mobil listrik Tesla Model S dengan nilai prefernsi 0.504.
Copyrights © 2023