Tiram mutiara merupakan salah satu biota laut, yang hampir semua bagian dari tubuhnya mempunyai nilai jual, baik mutiara, cangkang, daging dan organisme tiram itu sendiri benih dan induk.Tiram jenis P. Margaritifera sering menjadi target utama masyarakat sebagai bahan konsumsi dikarenakan selain memiliki rasa yang lezat, tiram atau kerang juga mengandung protein yang cukup tinggi dan bermanfaat bagi tubuh. Namun saat ini, pengambilan tiram mutiara jenis ini masih mengandalkan dari alam. Sedangkan untuk kegiatan budidaya tiram mutiara jenis P.Margaritifera masih sedikit yang melakukannya. Hal ini tentu saja akan berdampak pada penurunan populasi tiram mutiara di alam.Penelitian ini menggunakan Perlakuan A (Kepadatan tiram mutiara sebanyak 25 ekor/keranjang) Perlakuan B (Kepadatan tiram mutiara sebanyak 30 ekor/keranjang) Perlakuan C ( Kepadatan tiram mutiara sebanyak 35 ekor/keranjang)Perlakuan D ( Kepadatan tiram mutiara sebanyak 40 ekor/keranjang). Hasil yang didapati menunjukan kepadatan yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap nilai pertumbuhan mutlak, namun tidak berpengaruh terhadap kelangsungan hidup. Nilai pertumbuhan mutlak yang terbaik diperoleh pada perlakuan D yaitu dengan kepadatan 40 ekor. Sedangkan untuk nilai kelangsungan hidup yang terbaik terdapat pada perlakuan D 76,33%.Kata kunci : Kepadatan, Tiram mutiara (P. margaritifera), laju pertumbuhan mutlak, kelangsunganhidupan
Copyrights © 2023