Penelitian ini dilaksanakan di JL. Meteorologi Sampali Kecamatan Percut Sumatera Utara dengan ketinggian tempat ± 27 meter diatas permukaan laut, dimulai bulan Maret sampai dengan mei 2019. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kotoran burung puyuh dan ekstrak kulit pisang terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor, faktor pertama yaitu kotoran burung puyuh dengan 4 taraf K0 = control, K1= 1 Kg/Plot, K2 = 2 Kg/Plot, K3 = 3 Kg/Plot dan faktor kedua yaitu ekstrak kulit pisang dengan 4 taraf yaitu P0 = control, P1 = 3%, P2 = 6%, P3 = 9%. Terdapat 16 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali menghasilkan 48 satuan percobaan, jumlah tanaman per plot 9 tanaman dengan 4 tanaman sampel, jumlah tanaman seluruhnya 432 tanaman. Parameter yang diukur adalah tinggi tanaman, luas daun, indeks luas daun, jumlah cabang, jumlah polong berisi per tanaman, jumlah polong hampa per tanaman, berat biji per tanaman, berat biji per plot, indeks panen. Hasil penelitian menunjukan perlakuan kotoran burung puyuh berpengaruh nyata terhadap parameter luas daun, indeks luas daun 2 mst,3 mst, dan 5 mst, jumlah cabang, jumlah polong berisi, jumlah polong hampa, berat biji per tanaman dan berat biji per plot. Perlakuan ekstrak kulit pisang berpengaruh nyata terhadap parameter luas daun 3 mst, 5 mst, indeks luas daun, 2-5 mst, jumlah cabang, jumlah polong berisi, jumlah polong hampa,berat biji pertanaman, dan berat per plot. Interaksi kotoran burung puyuh dan ekstrak kulit pisang, berpengaruh nyata terhadap parameter berat biji pertanaman dan berat biji per plot.
Copyrights © 2023