Lokasi penempatan titik tambat bikeshare merupakan hal penting yang perlu diperhatikan dalam perencanaannya. Kota Jakarta telah menerapkan uji coba sistem bikeshare tanpa dok di sepanjang koridor Bundaran HI – Bundaran Senayan, kawasan Dukuh Atas Transit Oriented Development (TOD) juga termasuk di dalamnya. Moda transportasi ini dapat mendukung pengembangan kawasan transit dan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan. Namun sayangnya, lokasi penempatan titik tambatan yang ada masih belum cocok dan jangkauannya tidak efektif. Hal ini membuat minat calon pengguna berkurang dan bikeshare menjadi tidak menarik di masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui distribusi lokasi titik tambatan bikeshare yang efektif. Dalam upaya mencapai tujuan, penelitian ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif kuantitatif. Informasi awal dan sintesis faktor yang berpengaruh dilakukan dengan wawancara terbuka dan mengkaji literatur, faktor-faktor yang telah diperoleh dari jawaban responden ahli kemudian ditentukan untuk diprioritaskan dengan Proses Hierarki Analitis. Seluruh proses analisis telah berhasil menghasilkan 7 faktor yang berpengaruh dalam menentukan lokasi titik tambatan bikeshare, dengan kedekatan lokasi dan kepadatan penggunaan lahan menjadi faktor yang paling penting.
Copyrights © 2023