Pemanfaatan kulit kakao, kotoran sapi dan kotoran ayam menjadi kompos merupakan alternatif untuk mengurangi pencermaran yang dapat mengganggu kenyamanan manusia serta bernilai ekonomis. Proses pembuatan pupuk kompos dilakukan menggunakan metode takakura dengan fermentasi aerob. Perlakuan yang dilakukan sebanyak tiga perlakuan dengan dua kali pengulangan. Dapat disimpulkan bahwa perlakuan 2 memiliki hasil pengujian kadar C/N rasio yang paling baik karena memiliki penurunan C/N rasio yang stabil dibandingkan dengan hasil pengujian pada perlakuan 1 dan perlakuan 3. Hal ini disebabkanC/N rasio yang terlalu tinggi akan memperlambat proses pembusukan, sebaliknya jika terlalu rendah walaupun awalnya proses pembusukan berjalan dengan cepat, tetapi akhirnya melambat karena kekurangan C sebagai sumber energi bagi mikroorganisme, dimana sesuai dengan Badan Standardisasi Nasional, 2004 tentang spesifikasi kompos dari sampah organik untuk kompos C/N rasionya adalah antara 10-20, dengan kandungan karbon (%) antara 9.8-32 dan nitrogen (%) minimal 0.4.Â
Copyrights © 2023