Nilai tukar suatu mata uang sangat mempengaruhi neraca pembayaran suatu negara. Dalam sistem kurs mengambang bebas, pemerintah tidak dapat melakukan intervensi terhadap kurs secara langsung melainkan hanya sebatas memberikan sinyal bagi pasar untuk bergerak menuju keseimbangan. Sinyal-sinyal tersebut dapat berupa penetapan kebijakan yang berangkat dari tataran empiris maupun teoretis. Teori penetapan kurs menggunakan pendekatan moneter sangat tepat aplikasinya pada sistem kurs mengambang bebas. Dengan asumsi berlakunya purchasing power parity, maka kurs menurut teori tersebut merupakan fungsi dari money supply, pendapatan agregat riil, dan tingkat suku bunga di suatu negara, tujuan penelitian untuk menguji keberlakuan teori penetapan kurs dengan pendekatan moneter pada mata uang Rp/USD, sekaligus menguji keberlakuan purchasing power parity pada periode sistem kurs mengambang bebas di Indonesia. Analisis menghasilkan kesimpulan bahwa purchasing power parity berlaku pada periode sistem kurs mengambang bebas di Indonesia. Namun demikian, hasil analisis tidak cukup kuat mendukung teori penetapan nilai tukar dengan pendekatan moneter.
Copyrights © 2023