Lamun yang hidup di daerah pasang surut terpapar cahaya matahari yang kuat, suhu dan kekeringan dalam hidupnya yang dapat menyebabkan meningkatnya produksi spesies radikal reaktif. Dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidupnya, lamun tersebut kemungkinan memproduksi senyawa bioaktif dan kandungan komponen gizi dan non-gizinya dapat berubah. Pada penelitian ini, lamun tropis Halodule pinifolia diperoleh dari pantai Pangumbahan Sukabumi Indonesia dievaluasi potensi kandungan zat gizi dan komponen antioksidan alami. Lamun segar H. pinifolia mengandung abu, protein dan lemak berturut-turut 14,89; 9,74 dan 2,13 g/100 g basis kering; sedangkan kandungan serat pangan larut dan serat pangan tidak larut masing-masing 12,84 dan 27,23 g/100 g basis kering. Kandungan tertinggi total fenol ditemukan pada ekstrak etil asetat (0.31 mg GAE/g basis kering), diikuti ekstrak metanol dan heksana masing-masing sebesar 0.18 dan 0.12 mg GAE/g basis kering. Ekstrak etil asetat juga mempunyai aktivitas penangkapan radikal DPPH tertinggi yang diukur dengan nilai IC50 yaitu 214,38 ppm dibandingkan dengan ekstrak methanol dan heksana. Kesemua ekstrak mengandung komponen bioaktif steroid, flavonoid dan fenol hidroquinon; sedangkan triterpenoid hanya ditemukan pada ekstrak heksana.
Copyrights © 2023