Kasus kegawatdauratan di rumah tangga setiap hari semakin meningkat. Hal tersebut dapat menyebabkan kasus morbiditas hingga mortalitas. Pada permasalahan mitra sering terjadi kasus kegawatdaruratan di rumah tangga seperti kasus pendarahan akibat sayatan atau luka trauma fisik. Model pendekatan kearifan lokal melalui program “Nonggo Bareng†sebagai upaya pemberdayaan dimasyarakat dalam menangani kegawatdaruratan. Tujuan dari program ini adalah meningkatkan keterampilan mitra dalam penanganan kegawatdaruratan di rumah tangga. Metode yang digunakan adalah melalui rapid assesment kepada warga RT 58 dan RT 59 Dusun Durmo Desa Bantur dengan jumlah yang di kaji adalah 30 orang. waktu kegiatan adalah Bulan Agustus-September 2022. Hasilnya kasus terbanyak adalah yang sering terjadi dirumah tangga adalah pendarahan dengan pertolongan pertama ke tukang pijat dan tokoh agama. Pemberian penyuluhan serta pelatihan tentang penanganan kegawatdaruratan di rumah tangga. Hasilnya terjadi peningkatan pengetahuan pada mitra namun keterampilan dalam penanganan kegawatdaruratan memiliki nilai rata-rata 57,3 (kurang). Sehingga kesimpulannya pemberdayaan melalui program “Nonggo Bareng†masih hanya meningkatkan pengetahuan tentang penaganan kegawatdaruratan di rumah tangga
Copyrights © 2022