Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki populasi babi dengan jumlah sekitar 2.025.412 ekor, dimana 34.032 ekor berada di kota Kupang. Kejadian kematian ternak babi di NTT terkhususnya di Pulau Timor hingga bulan Maret 2020 sebanyak 4.888 ekor babi terinfeksi African Swine Fever (ASF). Masuknya wabah ASF di Pulau Timor menjadi masalah besar bagi peternak babi Kelurahan Bakunase II yang sebagian besar memelihara ternak babi secara semi intensif dengan penerapan biosekuriti yang rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat mengenai strategi pencegahan penyebaran ASF di Kelurahan Bakunase II ini bertujuan untuk memberi edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya penyakit ASF, mengajak masyarakat untuk mengendalikan dan mencegah penyebarluasannya, serta menjawab keresahan masyarakat mengenai cara pencegahan penyebaran penyakit ASF dan keamanan produk hewan yang berasal dari babi sakit diduga terinfeksi virus ASF. Penyuluhan dilakukan dengan cara door to door terhadap 40 orang peternak babi. Kegiatan penyuluhan diawali dengan pembagian pamflet pengenalan penyakit ASF, selanjutnya dilakukan penyampaian informasi tentang strategi pencegahan penyebaran penyakit ASF seperti penerapan biosekuriti peternakan yang baik, karyawan dan tamu dibatasi yang bisa masuk area, menggunakan baju dan alas kaki khusus, kendaraan pengangkut babi didesinfeksi, tidak bertukar menukar alat kandang, mengendalikan hewan pengerat dan vector serangga, memperbaiki manajemen peternakan, menyediakan tempat pakan yang baik. Kegiatan penyuluhan diketahui dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat, hal ini diketahui dari umpan balik (hasil kuesioner) dari peternak terkait materi penyuluhan. Peternak babi mampu menjelaskan mengenai tanda-tanda klinis dan cara pencegahan penyakit ASF.
Copyrights © 2023