Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Examinations Pemeriksaan Ante-Mortem dan Post-Mortem Hewan Kurban di Paguyuban Kondang, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur: Ante-Mortem and Post-Mortem Examination of Sacrificial Animals at the Kondang Association, Kupang City, East Nusa Tenggara I Gede Semarabawa
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i2.1019

Abstract

Inspection ante-mortem and post-mortem for sacrificial animals in the Kondang Association, The City of Kupang works to prevent the slaughter of animals that clearly show clinical symptoms of zoonotic diseases and to provide assurance that the carcass, meat and internal organs produced are safe and suitable for consumption. Inspection ante-mortem and post-mortem this is done by inspection, palpation and incision. Examination was carried out on 5 cattle and 3 goat. The inspection begin with checking the general condition of the livestock to see male/female sex, sterile/not, livestock temperature, and appetite. Inspection is carried out on the animal's attitude, general condition, movement, circumference of the horns and teeth. Inspection, palpation and incision are carried out on the head, carcass and internal organs such as the lungs, liver, spleen, heart and kidneys. During the ante-mortem and post-mortem examinations, no abnormalities or signs of zoonotic infectious diseases were found either in the carcasses or internal organs of all slaughtered animals. The decision was taken in accordance with the results of a series of checks that had been carried out that all carcass, meat and internal organs of all sacrificial animals slaughtered at the Kondang Association, Kupang City are good for human consumption.
Penyuluhan Strategi Pencegahan Penularan African Swine Fever (ASF) di Kelurahan Bakunase II, Kota Kupang: Counseling on Prevention Strategies for the Transmission of African Swine Fever (ASF) in Bakunase II Village, Kupang City. I Gede Semarabawa
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i3.1171

Abstract

Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki populasi babi dengan jumlah sekitar 2.025.412 ekor, dimana 34.032 ekor berada di kota Kupang. Kejadian kematian ternak babi di NTT terkhususnya di Pulau Timor hingga bulan Maret 2020 sebanyak 4.888 ekor babi terinfeksi African Swine Fever (ASF). Masuknya wabah ASF di Pulau Timor menjadi masalah besar bagi peternak babi Kelurahan Bakunase II yang sebagian besar memelihara ternak babi secara semi intensif dengan penerapan biosekuriti yang rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat mengenai strategi pencegahan penyebaran ASF di Kelurahan Bakunase II ini bertujuan untuk memberi edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya penyakit ASF, mengajak masyarakat untuk mengendalikan dan mencegah penyebarluasannya, serta menjawab keresahan masyarakat mengenai cara pencegahan penyebaran penyakit ASF dan keamanan produk hewan yang berasal dari babi sakit diduga terinfeksi virus ASF. Penyuluhan dilakukan dengan cara door to door terhadap 40 orang peternak babi. Kegiatan penyuluhan diawali dengan pembagian pamflet pengenalan penyakit ASF, selanjutnya dilakukan penyampaian informasi tentang strategi pencegahan penyebaran penyakit ASF seperti penerapan biosekuriti peternakan yang baik, karyawan dan tamu dibatasi yang bisa masuk area, menggunakan baju dan alas kaki khusus, kendaraan pengangkut babi didesinfeksi, tidak bertukar menukar alat kandang, mengendalikan hewan pengerat dan vector serangga, memperbaiki manajemen peternakan, menyediakan tempat pakan yang baik. Kegiatan penyuluhan diketahui dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat, hal ini diketahui dari umpan balik (hasil kuesioner) dari peternak terkait materi penyuluhan. Peternak babi mampu menjelaskan mengenai tanda-tanda klinis dan cara pencegahan penyakit ASF.
Pelayanan Kesehatan Ternak dan Penyuluhan Pencegahan Penularan Penyakit Mulut Dan Kuku di Kelurahan Bakunase II: Livestock Health Services and Counseling on Prevention of Foot and Mouth Disease Transmission in Bakunase II Village I Gede Semarabawa
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i3.1681

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang kesehatan ternak, manajemen pemeliharaan ternak serta penanggulangan penyakit mulut dan kuku (PMK) sehingga dapat meningkatkan dan menekan angka kerugian ekonomi peternak sapi di Kelurahan Bakunase II, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam bentuk pelayanan kesehatan ternak berupa pemberian vitamin dan obat cacing, serta dilakukan penyuluhan terkait strategi pencegahan penyakit mulut dan kuku. Vitamin yang diberikan adalah b-complex yang berfungsi untuk mempertahankan serta meningkatkan kekuatan tubuh serta berperan untuk meningkatkan kesehatan ternak. Obat cacing yang diberikan adalah piperazine, obat cacing berfungsi untuk membasmi cacing yang terdapat dalam saluran cerna. Penyakit  mulut  dan  kuku  (PMK)  adalah  salah  satu  penyakit  penting  yang menginfeksi  ternak  sapi,  penyakit  ini  penting  secara  ekonomi  karena  selain  mengakibatkan  angka mortalitas yang tinggi pada hewan muda, penurunan produksi susu maupun bahan asal   hewan   lainnya   serta   dapat   mengakibatkan   pembatasan   perdagangan internasional  bagi  negara  yang  terinfeksi  PMK. Sasaran kegiatan pengabdian berupa penyuluhan terhadap peternak sapi dan pelayanan kesehatan ternak sapi. Jumlah hewan sapi yang dilayani sebanyak 26 ekor sapi. Pelayanan kesehatan hewan ternak berupa pemberian vitamin (26 ekor) dan obat cacing (23 ekor). Para peternak sangat antusias mengikuti kegiatan pengabdian ini dan mereka berharap kegiatan pengabdian ini dapat dilakukan kembali di kelurahan Bakunase II dengan rutin.