Background: Female prisoner suffers more stressful situation. Stress can cause a change in life that response emotionally in the form of negative feelings to oneself. These negative feelings can affect the self-concept response of the individual to become maladaptive. Objective: To know the correlation between stress and self-concept of female prisoners in Women’s Correctional Institution (Lembaga Pemasyarakatan Perempuan/LPP) in Yogyakarta. Methods: This was non-experimental quantitative research with correlational analytics and cross-sectional design. The study was conducted at LPP Yogyakarta in December 2017. The sample in this study was female prisoners in LPP Class IIB Yogyakarta, which amounted to 64 people. The sampling technique used in this study was the consecutive sampling technique. Stress measurement was using the Windistiar’s instrument and self-concept measurements was using the Rahmat’s instrument as basis, then they were modified by the researchers. The analysis used in this study was univariate and bivariate analysis that using chi-square test. Results: The majority of respondents had low level stress (79,69%) and negative self-concept (51,6%). Moreover, p value for chi-square test of the correlation between the stress level and self-concept, was 0,001. Conclusion: There is a correlation between stress and self-concept of female prisoners in LPP Yogyakarta.ABSTRAKLatar belakang: Menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan merupakan situasi yang penuh dengan stres, terlebih untuk narapidana wanita. Stres dapat menyebabkan perubahan dalam kehidupan, yang memberi respons emosional dalam bentuk perasaan negatif terhadap diri sendiri. Perasaan negatif tersebut dapat memengaruhi respons konsep diri individu, sehingga menjadi maladaptif. Tujuan: Mengetahui hubungan antara stres dengan konsep diri pada narapidana wanita di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional dengan rancangan cross-sectional. Penelitian dilakukan di LPP Kelas II B Yogyakarta, pada Bulan Desember 2017. Sampel dalam penelitian ini adalah narapidana wanita di LPP Yogyakarta yang berjumlah 64 orang. Teknik sampling yang digunakan, yaitu consecutive sampling. Pengukuran stres menggunakan instrumen dari Windistiar dan pengukuran konsep diri menggunakan instrumen Rahmat yang dimodifikasi oleh peneliti. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat, menggunakan uji chi-square. Hasil: Mayoritas responden memiliki tingkat stres yang rendah (79,69%) dan memiliki konsep diri yang negatif (51,6%). Berdasarkan hasil uji chi-square pada hubungan antara tingkat stres dengan konsep diri, didapatkan nilai p value sebesar 0,001. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara stres dengan konsep diri pada narapidana wanita di LPP Yogyakarta.Â
Copyrights © 2021