Sebagian besar kasus cyberbullying terjadi di dalam situs jejaring sosial, meskipun dapat terjadi di mana saja secara online. Remaja sangat rentan terhadap cyberbullying karena penggunaan platform media sosial mereka yang tidak proporsional. Terlepas dari prevalensi cyberbullying yang meluas di Indonesia, hanya sedikit korban yang keluar untuk mendiskusikan pengalaman mereka. Bahkan jika efek cyberbullying mungkin jauh lebih parah daripada bullying tradisional, itu masih menjadi masalah. Layanan dasar, saran klasik, dan panduan kelompok tentang penggunaan internet yang sehat; memberikan pemahaman tentang efek cyberbullying; menyebarluaskan poster anti-cyberbullying; ini hanyalah beberapa teknik layanan yang dapat ditawarkan kepada anak-anak. Layanan yang dengan cepat menanggapi kebutuhan anak-anak yang menjadi korban perundungan maya dengan menawarkan terapi kelompok dan individu. Sekolah dapat mengambil tindakan pencegahan dengan memblokir akses ke situs tertentu saat berada di halaman sekolah, dan orang tua dapat membantu dengan mengawasi penggunaan media sosial dan aplikasi lain oleh anak-anak mereka.
Copyrights © 2023