Kemampuan berbahasa sangat berkaitan erat dengan kondisi belajar dan minat belajar, melalui kondisi belajar yang baik serta minat belajar yang tinggi, maka akan meningkatkan hasil belajar yang secara langsung memberi pengaruh terhadap kemampuan belajar seseorang. Pembelajaran bisnis selama ini tidak hanya karena adanya pengaruh negara bahasa tujuan, namun juga karena adanya pengaruh dari kondisi siswa itu sendiri, yang menjadikan si pembelajar semakin serius di dalam menjalankan proses pembelajarannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Objek penelitian berupa survei mengenai kondisi belajar yang ditujukan terhadap 38 mahasiswa, lalu melalui data hasil ujian mahasiswa dianalisis mengenai hubungan antara kondisi mahasiswa dengan nilai belajar siswa. Melalui hasil ujian ini, didapatkan hasil bahwa kebanyakan mahasiswa menganggap belajar bahasa mandarin bisnis hanya sebatas meningkatkan kemampuan berbahasa tanpa mengkaji pada karier, lain hal nya dengan mahasiswa yang memiliki minat belajar bisnis, menunjukkan nilai yang lebih tinggi dibanding dengan mahasiswa lainnya.
Copyrights © 2023