Pemberian simulasi CPR kepada orang awam sangat penting dan bermanfaat untuk membantu korban henti jantung karena melakuan CPR dengan benar memainkan peran penting dalam kelangsungan hidup korban henti menjadi lebih baik. Masyarakat awam yang menemukan korban perlu mengetahui tindakan CPR terlebih dahulu. Pengetahuan seseorang sangat berpengaruh oleh model pembelajaran yang berasal dari menerima informasi informasi tentang pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah ada perbedaan bermakna antara media pembelajaran projected motion dengan projected still media terhadap tingkat pengetahuan tentang CPR. Penelitian ini merupakan pre-experimental designs dengan rancangan intact-group comparison. Sampel pada penelitian ini berjumlah 30 orang yang dibagi menjadi 15 orang kelompok kontrol dan 15 orang kelompok perlakuan, yang diambil dengan menggunakan teknik nonprobability sampling dengan metode sampling kuota. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dan teknik analisis data menggunakan uji t tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan CPR dengan pemanfaatan media projected motion dan projected still mahasiswa non-kesehatan Fakultas Humaniora dan Saintek tentang CPR. Hasil uji t tidak berpasangan didapatkan p-value 0,922 yang artinya tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kedua metode belajar ini.
Copyrights © 2023