Stunting adalah masalah gizi pada anak yang masih menjadi fokus perhatian dunia karena dampaknya yang dapat mempengaruhi perkembangan fisik dan kognitif anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan perilaku orang tua dalam praktik pemberian makan dan stunting pada balita usia 2-5 tahun. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua murid di TK Islam Nurul Amalia Aceh Besar dengan total 96 orang. Teknik pengambilan sampling adalah total sampling dengan jumlah sample 96 orang. Metode pengumpulan data menggunakan self-report untuk mengukur perilaku orang tua dalam praktik pemberian makan dengan kuesioner Comprehensive Feeding Practices Questionnaire (CPFQ) dan pengukuran tinggi badan menggunakan microtoise. Uji korelasi menggunakan uji korelasi Pearson’. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku orang tua dalam praktik pemberian makan dan stunting pada balita usia 2-5 tahun (P-value 0,02). Sub-variabel praktik pemberian makan yang memiliki hubungan signifikan dengan stunting pada balita usia 2-5 tahun adalah regulasi emosi (P-value 0,00), mendorong keseimbangan dan variasi (P-value 0,00), makanan sebagai hadiah (P-value 0,00), dan lingkungan yang sehat (P-value 0,04). Direkomendasikan dalam upaya pencegahan stunting pada balita usia 2-5 tahun, perilaku orang tua dalam praktik pemberian makan untuk lebih diperhatikan khususnya terkait aspek regulasi emosi, mendorong keseimbangan dan variasi, makanan sebagai hadiah, dan lingkungan yang sehat.
Copyrights © 2024