Pandemi Covid-19 yang dialami Indonesia sejak bulan Maret 2020, diperkirakan sebagai salah satu sumber dampak langsung ataupun tidak langsung terhadap meningkatnya pengangguran terbuka. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja dan mengurangi pengangguran yaitu pada sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Beberapa masalah yang dihadapi pelaku UMKM pada Desa Jabung adalah permodalan, manajemen keuangan, produksi dan pemasaran. Masalah permodalan merupakan salah satu masalah utama yang dihadapi Pelaku UMKM pada Desa Jabung. Hal ini dikarenakan latar belakang pendidikan dan kurangnya informasi yang mereka terima. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penting untuk dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk sosialisasi materi maupun pendampingan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode PAR (Participatory Action Research), dengan Paradigma PAR adalah proses dimana komunitas-komunitas berusaha mempelajari masalah secara ilmiah dalam rangka memandu, memperbaiki, dan mengevaluasi keputusan dan aksi mereka. Program pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2023. Hasil yang didapat dari pengabdian ini adalah peserta sudah dapat memulai merapikan kondisi UMKM mereka dari sudut ekonomi. Dengan materi yang sudah disampaikan serta pendampingan, para peserta dapat melanjutkan usaha mereka dengan lebih baik lagi dan dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja pada sektor UMKM.The COVID-19 pandemic experienced by Indonesia since March 2020 is estimated to be one of the sources of direct or indirect impact on the increase in open unemployment. One of the efforts to improve the quality of labor and reduce unemployment is in the Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) sector, which plays an important role in the Indonesian economy. Some of the problems faced by MSME actors in Jabung Village are capital, financial management, production, and marketing. Capital problem is one of the main problems MSME actors face in Jabung Village. This is due to their educational background and the lack of information they receive. Based on this background, carrying out community service activities through material socialization and mentoring is important. The method used in this activity is the PAR (Participatory Action Research) method with the PAR Paradigm. In this process, communities try to study problems scientifically to guide, improve, and evaluate their decisions and actions. This service program is carried out in March 2023. The results obtained from this service are that participants have been able to start tidying up the conditions of their MSMEs from an economic point of view. With the material delivered and assistance, Participants can continue their business and improve the MSME sector's workforce quality.
Copyrights © 2023