Setiap karya arsitektur bukan hanya sekedar karya seni yang bisa dijelaskan mengenai bentuk dan estetika namun juga perihal makna hipotesis mendalam dari sang perancang yang sebenarnya bisa ditelaah dari berbagai macam jenis perspektif yang berbeda. Sama seperti apa yang dikatakan oleh Amos Rapoport (1981) bahwa arsitektur adalah tempat hidup manusia, yang lebih dari sekedar fisik, tapi juga menyangkut pranata-pranata budaya dasar. Hal tersebutlah yang bisa melahirkan ide-ide yang bersifat komprehensif salah satunya menuangkan tata bahasa komunikasi atau linguistik menjadi sebuah pemikiran elok yang membentuk sistem kompleks dalam bentuk sebuah bangunan. Guggenheim Museum merupakan salah satu implementasi bahasa diri seorang Frank Gehry yang diawali dari struktur pemikiran yang kemudian dituangkan dalam objek struktur kompleks berkurva. Analisa karya arsitektur ini selain bertujuan sebagai pengetahuan baru juga memastikan kesamaan landasan hasil karya dengan sebuah analogi yang menjadi pemikiran dari perancangnya dengan metode mensinkronisasi hasil karya dengan teori-teori para ahli yang telah dikemukakan.
Copyrights © 2023