As an appreciation for the community of herbal medicine traders in Beji Timur Depok, an activity was carried out with partners namely Jamu Budhe Sum. To increase sales, it is done by adding one type of herbal drink, namely Jamu Asam. Partner problems are related to aspects of marketing management so that activities are carried out to understand consumer responses to Jamu Asam. Implementation method through mentoring to help partners understand consumer responses. In this activity, simple testimonials were carried out to customers about the properties/benefits, price, color and taste of the herbal drink. Unlike Jamu Kunyit Asam, Jamu Asam has a fresher and less concentrated taste with a dominant sweet and sour taste. The selling price is IDR 10,000 per bottle with a volume of 1/4 liter. Made twice a week and then stored in the freezer. This drink is fresher enjoyed in cold conditions so it is suitable for drinks during hot weather. The survey results of consumer opinion showed a positive response to the efficacy, taste, color and price. Consumers from the group of young women really like this herb. As with female consumers, men also like it so that it has the potential to increase production. Consumers respond positively to prices. However, in line with developments in economic conditions, it is necessary to determine the selling price correctly considering that raw material prices often increase, so traders need to adjust the selling price of their herbal medicine. As further appreciation, the involvement of the government together with other stakeholders is needed to pay attention to this community as an effort to maintain the sustainability of local wisdom in the form of drinking herbal medicine to improve fitness ABSTRAK Sebagai apresiasi kepada komunitas pedagang jamu di Beji Timur Depok, dilakukan kegiatan bersama mitra yaitu Jamu Budhe Sum. Untuk meningkatkan penjualan dilakukan dengan cara menambahkan satu jenis minuman jamu yaitu Jamu Asam. Masalah mitra berkaitan dengan aspek manajemen pemasaran sehingga dilakukan kegiatan untuk memahami respon konsumen pada Jamu Asam. Metode pelaksanaan melalui pendampingan untuk membantu mitra memahami tanggapan konsumen. Dalam kegiatan ini dilakukan testimoni sederhana kepada pelanggan tentang khasiat/manfaat, harga, warna dan rasa minuman jamu tersebut. Berbeda dengan Jamu Kunyit Asam, Jamu Asam memiliki rasa lebih segar dan tidak pekat dengan dominan rasa manis dan asam. Harga jual Rp.10.000,- per botol dengan volume 1/4 liter. Pembuatannya dua kali seminggu kemudian disimpan dalam frizer. Minuman ini lebih segar dinikmati dalam kondisi dingin sehingga sesuai untuk minuman saat cuaca panas terik. Hasil penjajakan pendapat konsumen menunjukan adanya respon positif terhadap khasiat, rasa, warna dan harga. Konsumen dari kelompok remaja putri sangat menyukai dengan jamu ini. Seperti halnya konsumen wanita, kaum pria juga menyukai sehingga berpotensi ditingkatkan produksinya. Konsumen memberi respon positif pada harga. Namun sejalan dengan perkembangan kondisi ekonomi perlu penentuan harga jual secara tepat mengingat sering terjadi peningkatan harga bahan baku sehingga pedagang perlu menyesuaikan harga jual jamunya. Sebagai apresiasi selanjutnya diperlukan keterlibatan pemerintah bersama dengan pemangku kepentingan lainnya agar turut memperhatikan komunitas ini sebagai upaya mempertahankan keberlanjutan kearifan lokal berupa tradisi minum jamu untuk meningkatkan kebugaran
Copyrights © 2023