Perkembangan batik di Indonesia meningkat seiring meningkatnya volume limbah cair batik yang dihasilkan dan mengandung ion logam berat seperti Fe dan Cu sebagai parameter pencemar lingkungan karena memiliki sifat toksisitas dan dapat terakumulasi dalam rantai makanan sampai ke organisme lainnya termasuk manusia walaupun pada konsentrasi yang sangat rendah. Telah dilakukan penelitian pembuatan karbon aktif berbahan dasar sabut kelapa dengan dengan aktivator H2SO4 (K-H) dan NaOH (K-Na) pada konsentrasi 3, 4, dan 5 N sebagai adsorben kation Fe dan Cu. Waktu kontak adsorpsi juga divariasi 1 – 60 menit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efisiensi adsorpsi kation Fe dan Cu terlarut dalam limbah cair batik Kebumen serta menentukan kinetika adsorpsi. Proses adsorpsi kation Fe dan Cu dilakukan dengan metode adsorpsi secara batch menggunakan karbon aktif dari sabut kelapa Analisis kandungan kation Fe dan Cu dilakukan menggunakan AAS. Konsentrasi kation Fe dan Cu sebelum adsorpsi masing-masing sebesar 27.27 ppm dan 25.42 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel K-H 3 dan K-Na 4 merupakan karbon aktif terbaik. Efisiensi adsorpsi kation Fe dan Cu menggunakan K-H 3 masing-masing sebesar 56,37% (b/b) dan 44,93% (b/b) sedangkan menggunakan K-Na 4 berturut-turut sebesar 71,54% (b/b) dan 70,89% (b/b).Waktu kontak optimum K-H 3 dan K-Na 4 adalah 30 menit untuk kation Fe dan 45 menit untuk kation Cu. Model kinetika adsorpsi kation Fe dan Cu yang sesuai oleh K-H 3 dan K-Na 4 adalah pseudo orde dua.
Copyrights © 2023