Penelitian ini mempelajari metode maserasi kayu baru yang dimodifikasi dari metode Schultze. Metode ini dibuat untuk mengurangi waktu maserasi dan risiko serat patah. Perbedaan antara metode ini dengan metode Schultze adalah pada sumber pemanas. Metode baru ini menggunakan panas dari penangas air untuk mencegah larutan maserasi kayu dari pemanasan langsung. Panjang serat dari serat yang rusak dan tidak rusak dari metode schultze dan metode baru dibandingkan dan dianalisis secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode baru dapat diterima sebagai metode yang dapat diandalkan dalam maserasi kayu, dengan kesalahan sebesar 10% dan variasi koefisien yang lebih kecil dari variasi koefisien Howirtz. Persentase serat patah yang dihasilkan dari metode baru ini lebih rendah dibandingkan dengan metode Shcultze. Nilai  rata-rata serat patah kayu sengon pada metode Schultze adalah 30,23%, sedangkan pada metode modifikasi adalah 20,14% serta pada kayu jabon dengan metode Schultze adalah 33,04% sedangkan metode modifikasi adalah 22,31%.
Copyrights © 2023