Kegiatan praktikum dan penelitian di laboratorium kerja kayu menghasilkan limbah serbuk kayu antara 1,5 - 2,0 m3 per tahun. Selama ini limbah serbuk kayu tersebut belum dikelola dengan baik. Limbah serbuk kayu yang dibuang ke tempat pembuangan sampah akan memberikan konstribusi pencemaran pada ekosistem. Jadi, hal tersebut dapat ditanggulangi dengan cara mengolahnya menjadi produk yang bernilai keekonomian. Pengolahan briket dari limbah serbuk kayu merupakan salah satu strategi yang bisa digunakan dalam pengolahan limbah. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh komposisi campuran perekat yang optimum pada briket serbuk arang kayu sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi ramah lingkungan. Metodologi penelitian ini adalah metode eksperimen dengan cara menggabungkan serbuk arang kayu, tepung tapioka dan aquades, dengan kadar perekat 5 %, 10 % dan 15 % terhadap berat serbuk arang. Kemudian dicetak dengan pengepresan 100 kg/cm2. Dari penelitian didapatkan komposisi kadar perekat yang optimum adalah 5 %, dengan hasil pengujian kandungan air 7,07 %, kandungan zat menguap 22,06 %, kandungan abu 6,49 %, kandungan karbon 64,38 %, serta nilai kalor 6.338,15 kal/gram. Sehingga, briket arang dari limbah serbuk kayu ini berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi ramah lingkungan, pada komposisi penggunaan kadar perekat dan air yang lebih sedikit.Â
Copyrights © 2023