Pola asuh didefinisikan sebagai gaya pengasuhan orang tua saat membimbing serta mendampingi anak dalam berkembang menjadi dewasa. Terdapat empat tipe pola asuh, seperti authoritarian, authoritative, permissive, dan neglectful. Masa prasekolah yang terjadi pada usia anak 3-5 tahun mengalami golden period sebagai tahapan utama terhadap dampak perkembangan selanjutnya meliputi perkembangan kognitif, motorik, bahasa, emosi dan perilaku. Perkembangan sosial mengacu pada kemampuan anak untuk membentuk dan menjaga hubungan yang bermakna dengan orang lain. Perkembangan emosi adalah kecakapan anak dalam hal mengekspresikan, mengelola emosinya serta menanggapi emosi orang lain dengan tepat. Penelitian ini bertujuan dalam mengetahui hubungan pola asuh yang dijalankan oleh orang tua terhadap perkembangan sosial emosi anak usia 3-5 tahun, pada penelitian ini digunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional kepada 71 responden. Variabel bebas adalah pola asuh. Variabel terikat adalah perkembangan sosial dan emosi. Pola asuh orang tua dinilai menggunakan PSDQ, perkembangan sosial menggunakan KPSP serta perkembangan emosi menggunakan KMPE. Hasil penelitian didapatkan 70 (98,6%) orang tua menerapkan pola asuh otoritatif yang berdampak terhadap perkembangan sosial tidak delay pada 59 (84,3%) anaknya, namun terdapat suspek gangguan perkembangan emosi pada 63 (90%) anaknya. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tipe pola asuh yang diterapkan oleh orang tua dengan perkembangan sosial anak (p=0,666) dan perkembangan emosi anak (p=0,739). Di sisi lain, terdapat faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan sosial emosi anak usia 3-5 tahun yakni, profesi orang tua terhadap perkembangan emosi terlihat p-value sebesar 0,018 dan faktor jumlah anak dengan perkembangan emosi yang dilihat dari p-value 0,04 < 0,05.
Copyrights © 2023