Seiring berkembangnya teknologi dalam industri hiburan, tidak sedikit film atau drama yang menjadi sangat popular di semua kalangan usia terlebih lagi remaja. Hal ini sering dijadikan sebagai salah satu sarana untuk melepas stres atau dijadikan sebuah sarana untuk mencari pengetahuan dalam segala bidang. Tetapi Ketika seseorang mulai menonton film/drama tanpa mengenal waktu maka hal tersebut disebut dengan kecanduan. Kecanduan terhadap film/drama dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari termasuk kehidupan akademik. Penelitan ini dilakukan agar peneliti dapat mengetahui adanya hubungan kecanduan menonton film/drama dengan indeks prestasi kumulatif mahasiswa fakultas kedokteran universitas tarumanagara atau tidak. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional menggunakan desain studi cross sectional dengan teknik simple random sampling yang dilakukan pada bulan Februari 2022 di Universitas Tarumanagara. Data diperoleh dari 167 responden yang mengisi kuesioner dari 200 mahasiswa fakultas kedokteran universitas tarumanagara Angkatan 2021. Pengambilan data dilakukan dengan cara peneliti membagikan link yang berisi 10 pertanyaan mengenai kecanduan dan IPK. Hasil dari pengisian kuesioner akan di analisis menggunakan uji analisis bivariat. Dari hasil analisis yang diperoleh, terdapat 83 (49.7%) mahasiswa dengan kecanduan menonton film/drama, sebanyak 39 responden mendapatkan hasil IPK yang kurang memuaskan dan 44 responden mendapatkan hasil IPK yang memuaskan. Sedangkan responden yang tidak kecanduan menonton film/drama sebanyak 84 (50.3%) mahasiswa, diantaranya terdapat 26 responden dengan IPK yang tidak memuaskan dan 58 responden yang memperoleh IPK yang memuaskan. Setelah dilakukan uji chi-square didapatkan hasil p <0,05 (p=0,040 ) sehingga H0 ditolak, sehingga didapatkan kesimpulan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kecanduan menonton film/drama dengan indeks prestasi kumulatif.
Copyrights © 2023