Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan pendekatan belajar dengan prestasi belajar pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2014 Anggi Arini; Rebekah Malik
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i2.3824

Abstract

Pendekatan belajar adalah suatu strategi yang digunakan individu dalam proses belajar untuk mendapatkan pengetahuan. Pendekatan belajar dapat dikelompokkan menjadi deep learning dan surface learning. Pendekatan belajar dapat memengaruhi prestasi belajar. Pemahaman terhadap pendekatan belajar mahasiswa merupakan hal penting karena berkaitan dengan kualitas pembelajaran yang diterapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pendekatan belajar dan prestasi belajar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2014 sebanyak 189 diambil menggunakan metode purposive non-random sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini menggunakan kuesioner Revised Study Process Questionnaire 2 Factors (R-SPQ-2F). Dari hasil penelitian, jumlah mahasiswa yang menggunakan pendekatan belajar deep learning yang memiliki prestasi belajar yang memuaskan 128 (87,67%). Kemudian mahasiswa yang menggunakan pendekatan belajar deep learning mendapatkan prestasi belajar yang kurang memuaskan sebanyak 15 (34,88 %). Dari hasil uji statistik didapatkan adanya hubungan bermakna antara pendekatan belajar dengan prestasi belajar pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2014 (p <0,05).
Hubungan antara Self Directed Learning Readiness (SDLR) dengan prestasi belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2015 Dede Fatmawati; Rebekah Malik
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5841

Abstract

Prestasi belajar merupakan bukti keberhasilan dari proses belajar. Untuk mencapai prestasi belajar yang baik diperlukan Self Directed Learning Readiness atau kesiapan belajar mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Self Directed Learning Readiness (SDLR) dengan prestasi belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2015. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross - sectional. Jumlah sampel 108 orang. Pengambilan data dengan cara pengisian kuesioner SDLR oleh responden. Mahasiswa dengan SDLR tinggi dan prestasi belajar baik sebesar 70,6%, mahasiswa dengan SDLR tinggi dan prestasi belajar cukup sebesar 29,4%, mahasiswa dengan SDLR sedang dan prestasi belajar baik sebesar 43,9%, dan mahasiswa dengan SDLR sedang den prestasi belajar cukup sebesar 56,1%. Terdapat hubungan bermakna antara SDLR dengan prestasi belajar (p < 0,05)
Pengaruh gaya belajar auditori dan visual terhadap kelulusan ujian teori blok Biomedik 2 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara semester ganjil 2018 Angela Christine Sonjaya Putri; Rebekah Malik
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i2.7830

Abstract

Gaya belajar adalah suatu karakteristik, kognitif, afektif dan perilaku psikomotoris. Gaya belajar sebagai indikator yang stabil untuk saling berhubungan dan bereaksi terhadap lingkungan belajar. Gaya belajar dibedakan menjadi tiga kelompok besar, yaitu gaya belajar visual, gaya belajar auditorial dan gaya belajar kinestetik. Secara teori di dapatkan bahwa, mahasiswa yang mempunyai gaya belajar auditori dan visual akan mempunyai hasil belajar ujian teori yang baik, dibandingkan mahasiswa dengan gaya belajar kinestetik. Sedangkan mahasiswa yang memiliki gaya belajar kinestetik akan mempunyai hasil ujian keterampilan lebih baik dibandingkan mahasiswa dengan gaya belajar auditori dan visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya belajar  dengan kelulusan ujian teori blok biomedik 2, pada 192 responden yang diambil secara acak, dengan menggunakan kuisioner. Hasil yang diperoleh yaitu 171 orang (89,1%) memiliki gaya belajar auditori dan visual, sisanya memiliki gaya belajar kinestetik. Dari mahasiswa yang lulus Ujian Teori Blok Biomedik 2 didapatkan 99 orang (51,6%) memiliki gaya belajar auditori dan visual. Hasil perhitungan data dengan Chi Square di dapat p value  0,725 ( > 0,05). Kesimpulan, gaya belajar auditori dan visual tidak berpengaruh terhadap angka kelulusan ujian teori blok Biomedik 2.
Hubungan lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Klinandhi Jason Aditya; Rebekah Malik
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.18140

Abstract

Lingkungan belajar merupakan tempat berlangsungnya kegiatan belajar dapat berdampak pada proses pembelajaran. Lingkungan belajar mahasiswa kedokteran akan mempengaruhi pelaksanaan ujian, terutama prestasi akademiknya Mahasiswa kedokteran selalu dihadapkan dengan tugas, diskusi, ujian dan salah satu faktor yang memberikan pengaruh adalah lingkungan belajar. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui pengaruh lingkungan belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa kedokteran. Studi ini merupakan studi analitik dengan desain potong lintang. Sampel pada studi ini sebanyak 174 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara denagn teknik consecutive sampling. Data diambil menggunakan kuesioner Dundee Ready Education Environment Measure (DREEM) dan dianalis menggunakan uji chi square. Hasil studi didapatkan sebanyak 98 responden (56,3%) memiliki lingkungan belajar cukup dan yang menilai lingkungan belajarnya baik adalah sebanyak 76 responden (43,7%). Responden yang memiliki prestasi belajar cukup adalah sebanyak 23 responden (13,2%) dan yang memiliki prestasi belajar baik adalah sebanyak 151 responden (86,8%). Hasil uji bivariat didapatkan tidak ada hubungan antara lingkungan belajar dan prestasi belajar (p-value 0.983). Hasil PR didapatkan 1.05, maka lingkungan belajar dapat memengaruhi prestasi belajar meskipun bukan pengaruh yang besar. 
HUBUNGAN KECANDUAN MENONTON FILM/DRAMA DENGAN HASIL BELAJAR MAHASISWA FK UNIVERSITAS TARUMANAGARA Belinda Angie Felicia Karu; Rebekah Malik
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16229

Abstract

Seiring berkembangnya teknologi dalam industri hiburan, tidak sedikit film atau drama yang menjadi sangat popular di semua kalangan usia terlebih lagi remaja. Hal ini sering dijadikan sebagai salah satu sarana untuk melepas stres atau dijadikan sebuah sarana untuk mencari pengetahuan dalam segala bidang. Tetapi Ketika seseorang mulai menonton film/drama tanpa mengenal waktu maka hal tersebut disebut dengan kecanduan. Kecanduan terhadap film/drama dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari termasuk kehidupan akademik. Penelitan ini dilakukan agar peneliti dapat mengetahui adanya hubungan kecanduan menonton film/drama dengan indeks prestasi kumulatif mahasiswa fakultas kedokteran universitas tarumanagara atau tidak. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional menggunakan desain studi cross sectional dengan teknik simple random sampling yang dilakukan pada bulan Februari 2022 di Universitas Tarumanagara. Data diperoleh dari 167 responden yang mengisi kuesioner dari 200 mahasiswa fakultas kedokteran universitas tarumanagara Angkatan 2021. Pengambilan data dilakukan dengan  cara peneliti membagikan link yang berisi 10 pertanyaan mengenai kecanduan dan IPK. Hasil dari pengisian kuesioner akan di analisis menggunakan uji analisis bivariat. Dari hasil analisis yang diperoleh, terdapat 83 (49.7%) mahasiswa dengan kecanduan menonton film/drama, sebanyak 39 responden mendapatkan hasil IPK yang kurang memuaskan dan 44 responden mendapatkan hasil IPK yang memuaskan. Sedangkan responden yang tidak kecanduan menonton film/drama sebanyak 84 (50.3%) mahasiswa, diantaranya terdapat 26 responden dengan IPK yang tidak memuaskan dan 58 responden yang memperoleh IPK yang memuaskan. Setelah dilakukan uji chi-square didapatkan  hasil p <0,05 (p=0,040 ) sehingga H0 ditolak, sehingga didapatkan kesimpulan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kecanduan menonton film/drama dengan indeks prestasi kumulatif.