Kasus stunting atau kondisi gagal tumbuh pada balita sehingga memiliki tinggi badan yang tidak sesuai dengan standar anak seusianya banyak ditemui di Indonesia. Hal tersebut menurut SSGI Kemenkes pada tahuun 2022 angka stunting di Indonesia dinilai masih tinggi hingga mencapai 21,6% , pada tahun 2021 angka stunting memiliki prevalensi yang tinggi hingga 2,8 poin. Usaha yang diperlukan untuk upaya pencegahan stunting yaitu dengan sosialisasi yang dilakukan oleh kader posyandu sebagai penggerak dan penyuluh masyarakat. Penelitian memiliki tujuan dalam menganalisis pengaruh media promosi kesehatan terhadap upaya dalam melakukan pencegahan stunting pada kader posyandu. Penentuan media promosi yang paling membantu kader sesuai berdasarkan kuisoner dengan jumlah responden 60 dianalisis menggunakan metode kualitatif. Hasil dari kuisoner sebanyak 39 responden memilih media promosi poster dan 21 responden memilih media promosi video. Media promosi kesehatan dalam bentuk poster lebih banyak diminati oleh kader karena mereka percaya bahwa menyampaikan dalam bentuk poster dapat rasakan oleh banyak kalangan dan berbagai umur. Selain umur, poster juga dapat ditempelkan diberbagai tempat sehingga informasi yang disampaikan dapat diingat. Sehingga kader lebih mudah dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat di Kelurahan Singosari untuk dapat mencegah terjadinya stunting di Kelurahan Singosari.
Copyrights © 2023